Kerusakan yang sering terjadi pada pompa submersible umumnya berkaitan dengan sumbatan, seal, motor, kabel, bearing, level cairan, dan sistem kontrol. Pemeriksaan sejak gejala awal membantu mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih besar.
Impeller Tersumbat
Kotoran, serat, atau partikel dapat menghambat putaran impeller sehingga debit turun dan arus motor meningkat.
Mechanical Seal Bocor
Seal yang aus atau rusak dapat memungkinkan cairan masuk ke area yang seharusnya terlindungi. Kondisi ini perlu ditangani segera.
Motor Overheat atau Sering Trip
Penyebabnya dapat berupa overload, pendinginan yang tidak memadai, tegangan tidak sesuai, impeller macet, atau pompa bekerja di luar kondisi desain.
Kabel Daya Rusak
Kabel submersible harus tahan terhadap kondisi pemasangan. Kerusakan isolasi atau sambungan yang tidak baik dapat menimbulkan gangguan listrik.
Bearing Aus
Bearing yang aus biasanya menimbulkan suara dan getaran tidak normal serta dapat memengaruhi kestabilan poros.
Masalah Level Sensor dan Panel
Pompa dapat gagal start atau bekerja terus-menerus apabila float switch, level sensor, relay, atau panel kontrol mengalami gangguan.
Pencegahan Kerusakan
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap arus motor, kabel, impeller, seal, level sensor, panel, dan kondisi pipa discharge. Data operasi juga sebaiknya dicatat agar perubahan performa lebih mudah diketahui.
Bila ditemukan gejala abnormal, pemeriksaan teknis sebaiknya dilakukan sebelum pompa mengalami kerusakan lebih berat.