perbedaan jockey pump dan main pump hydrant

Perbedaan Jockey Pump dan Main Pump Hydrant

Perbedaan jockey pump dan main pump hydrant menjadi kunci saat merancang sistem pemadam kebakaran berbasis hydrant. Pompa berperan sebagai “jantung” jaringan, memastikan air mencapai titik api melalui pipa dengan tekanan memadai. Dua unit sama-sama berada di pump house, namun fungsinya tidak bisa dipertukarkan. Satu bekerja senyap menjaga kestabilan, satu lagi menjadi mesin tempur saat darurat.

Gambaran cepat sistem hydrant di pump house

Jaringan hydrant idealnya mempertahankan tekanan siaga setiap saat. Realita lapangan berbeda. Kebocoran mikro pada sambungan, fluktuasi temperatur pipa, getaran, bahkan valve yang tidak rapat bisa memicu penurunan tekanan bertahap. Sistem lalu merespons memakai pressure switch. Di sinilah peran Jockey Pump muncul lebih sering, sementara Main Pump menunggu momen kritis.

Jockey Pump: pompa pemelihara tekanan

Jockey Pump bisa dianggap “penjaga gerbang” yang bekerja diam-diam. Fokusnya bukan mengirim debit besar, melainkan merawat tekanan agar tetap stabil pada set point, contoh 8–10 bar. Saat terjadi micro-leakage atau tekanan turun sedikit demi sedikit, pressure switch mendeteksi deviasi kecil lalu mengaktifkan Jockey Pump. Setelah tekanan kembali ke target, pompa berhenti otomatis. Siklus hidupnya sering start stop, namun dalam beban ringan.

Fungsi utama Jockey Pump

  • Menjaga tekanan siaga jaringan hydrant tetap stabil.
  • Mengkompensasi kebocoran halus serta kontraksi suhu pada pipa.
  • Mencegah Main Pump menyala hanya karena penurunan tekanan kecil.

Kapasitas serta sumber tenaga

Kapasitas aliran Jockey Pump kecil, GPM rendah, karena hanya mengisi “kekosongan tekanan”. Unit ini tidak dirancang memadamkan api. Sumber tenaga praktis selalu listrik karena operasi utamanya bersifat pemeliharaan, perlu respons cepat, stabil, serta efisien.

Main Pump: pasukan tempur pemadaman

Main Pump bertugas memasok air berdebit besar, tekanan tinggi, langsung ke pillar hydrant atau hose reel saat pemadaman berlangsung. Ketika hydrant dibuka, tekanan turun drastis secara tiba-tiba. Jockey Pump tidak sanggup mengejar defisit tekanan pada kondisi ini. Tekanan terus jatuh melewati set point berikutnya. Pada titik tersebut, Main Pump menyala otomatis mengambil alih suplai.

Kapasitas dan konfigurasi umum

Kapasitas Main Pump jauh lebih besar, tipikal dirancang memenuhi debit standar sistem, contoh 500–1000 GPM, bergantung desain risiko, jumlah hydrant, jarak, diameter pipa, serta kebutuhan head. Umumnya ada dua konfigurasi utama:

  • Electric Main Pump sebagai pompa utama bertenaga listrik.
  • Diesel Main Pump sebagai cadangan saat listrik padam, sangat krusial karena kondisi kebakaran sering memicu pemutusan suplai listrik gedung.

Catatan standar penting: Manual Stop pada Main Pump

Sesuai praktik standar proteksi kebakaran, termasuk rujukan NFPA 20, Main Pump biasanya disetel manual stop. Artinya, saat sudah menyala, pompa tidak akan mati sendiri meskipun tekanan kembali penuh. Tujuannya sederhana namun vital: pasokan air tidak boleh terputus saat petugas masih melakukan pemadaman. Sistem memilih keselamatan operasional dibanding kenyamanan otomatisasi penuh.

Tabel perbandingan Jockey Pump vs Main Pump

FiturJockey PumpMain Pump (Electric/Diesel)
TujuanMenstabilkan tekanan (pemeliharaan)Memasok air pemadaman
Kapasitas airKecil (GPM rendah)Besar (GPM tinggi)
AktivasiOtomatis start, otomatis stopOtomatis start, manual stop
Kondisi kerjaMenyala saat bocor halus, tekanan turun sedikitMenyala saat hydrant digunakan, kondisi kebakaran
Ukuran fisikLebih kecil, rampingLebih besar, kokoh
Sumber tenagaListrikListrik serta diesel sebagai cadangan

Bagaimana keduanya bekerja bersama: urutan tekanan

Kolaborasi Jockey Pump serta Main Pump dikendalikan pressure switch bertingkat. Gambaran skenario memakai target tekanan 10 bar membantu memahami logika sistem.

1) Tekanan turun ringan: Jockey Pump mengambil alih

Tekanan turun ke 9 bar karena kebocoran mikro atau perubahan suhu. Jockey Pump menyala otomatis, mengembalikan tekanan ke 10 bar, lalu mati otomatis. Main Pump tetap diam. Sistem tetap siap siaga tanpa konsumsi energi besar.

2) Hydrant dibuka: Main Pump elektrik menyala

Hydrant dibuka, tekanan anjlok cepat ke sekitar 7 bar. Jockey Pump mencoba, namun kapasitasnya tidak cukup. Tekanan melewati set point kedua, Electric Main Pump menyala otomatis, memasok debit besar, menjaga aliran stabil menuju nozzle.

3) Listrik padam: Diesel Main Pump menjadi pertahanan terakhir

Listrik padam, tekanan terus turun mendekati 5 bar. Electric Main Pump gagal beroperasi. Diesel Main Pump menyala otomatis sebagai back up, memastikan suplai air tetap berlangsung. Pada situasi darurat, redundansi ini sering menjadi faktor pembeda antara kontrol kebakaran yang berhasil atau kegagalan sistem.

Implikasi praktis saat instalasi serta perawatan

  • Set point pressure switch wajib ditata bertingkat, jarak set point terlalu rapat memicu start stop berlebihan.
  • Jockey Pump idealnya menangani kebocoran kecil, bukan menjadi “penambal” desain pipa yang buruk.
  • Mode manual stop pada Main Pump perlu prosedur operasional jelas agar petugas memahami kapan mematikan setelah kondisi aman.
  • Diesel pump butuh uji berkala, kualitas baterai starter, bahan bakar, sistem pendingin, serta exhaust harus dipastikan siap.

Perbedaan Jockey Pump dan Main Pump Hydrant

Perbedaan jockey pump dan main pump hydrant bukan sekadar ukuran pompa atau besarnya GPM, melainkan filosofi kerja sistem proteksi kebakaran. Jockey Pump menjaga tekanan siaga tetap stabil, menutup celah kecil yang tidak terlihat. Main Pump mengirim pasokan air besar saat kondisi kritis, bahkan tetap hidup dengan manual stop demi kontinuitas pemadaman. Kombinasi keduanya menciptakan jaringan hydrant yang responsif, stabil, serta tangguh saat momen darurat benar-benar terjadi.

PT Dalla Teknik Persada

Menyediakan pompa industri & jasa instalasi MEP: Paket Hydrant, Booster Pump, Centrifugal, serta sistem kontrol & perawatan teknik.

Useful Links

Workshop

Komplek Arcadia Daan Mogot Blok H3 No.7 Tangerang 15122

Contact Us

(021) 29007431 / (+62) 822-1166-6551

dallateknikp@gmail.com

dalla-teknik.com

@dallateknikpersada