Jockey pump dan fire pump sama-sama berada dalam sistem proteksi kebakaran, tetapi keduanya memiliki tugas yang berbeda. Jockey pump menjaga tekanan normal, sedangkan fire pump memasok debit utama ketika sistem benar-benar membutuhkan air dalam jumlah besar.
Perbedaan Fungsi
Jockey pump menangani penurunan tekanan kecil akibat rembesan atau perubahan kondisi sistem. Fire pump bekerja saat tekanan turun lebih jauh karena aliran besar dari hydrant atau sprinkler.
Perbedaan Kapasitas
Jockey pump biasanya memiliki debit lebih kecil dan head yang disesuaikan agar mampu mempertahankan tekanan. Fire pump memiliki kapasitas jauh lebih besar sesuai hasil perhitungan hidraulik.
Perbedaan Penggerak
Jockey pump umumnya memakai motor listrik. Fire pump dapat digerakkan motor listrik atau mesin diesel, tergantung rancangan sistem.
Urutan Operasi
- Tekanan turun ringan dan jockey pump mulai bekerja.
- Jika tekanan pulih, jockey pump berhenti.
- Jika tekanan terus turun, fire pump utama mulai beroperasi.
- Unit cadangan bekerja sesuai logika kontrol dan desain sistem.
Perbedaan Perawatan
Keduanya membutuhkan pemeriksaan rutin, tetapi titik pemeriksaannya berbeda. Jockey pump perlu dipantau dari frekuensi start dan kestabilan tekanan, sedangkan fire pump memerlukan pengujian penggerak, controller, suplai bahan bakar atau listrik, serta performa debit dan head.
Baca juga fungsi jockey pump dan jenis pompa hydrant.
Konsultasi Sistem
Dalla Teknik membantu pemeriksaan konfigurasi, setting tekanan, instalasi, dan maintenance jockey pump serta fire pump.